Mayoritas reponden di Indonesia, yaitu sekitar 66 persen, belum memiliki usaha dan bercita-cita untuk memulai atau membuka usaha sendiri. Untuk jenis usaha yang paling diminati di Asia Pasifik, sekitar 50 persen responden tertarik membuka usaha jasa makanan dan sebanyak 32 persen memilih untuk membuka usaha fesyen.
“Kita dapat mengetahui dan mengamati bahwa responden di Indonesia akan berpikir matang untuk memulai bisnis baru. Tak hanya potensi penghasilan yang jelas, tapi juga perlu memikirkan biaya awal termasuk sumber dan besarannya serta dampak dari pandemi perlu menerapkan strategi yang matang untuk memulai usaha baru,” ujar Andam.
Meskipun demikian, memulai bisnis akan selalu datang dengan manfaat dan risikonya sendiri. Oleh karena itu, penting untuk menemukan jaringan dan dukungan yang baik, serta dapat menyalurkan keahlian dan pengetahuan yang tepat guna membantu memulai wirausaha sembari belajar untuk mengurangi risiko-risiko yang muncul.
Indonesia harus bisa memanfaatkan bonus demografi yang akan habis pada 2038. Jika tidak, maka siap-siap saja terperangkap dalam middle income trap atau jebakan kelas menengah. Caranya meningkatkan pendapatan per kapita menjadi US$12.500 (Rp180,4 juta) atau tiga kali lipat dari saat ini yang baru mencapai US$4 ribu (Rp57,7 juta).
Editor : Admin.













