KORDANEWS – Alkohol merupakan zat kimia yang bila dikonsumsi dapat memengaruhi setiap bagian tubuh, termasuk otak, tulang, dan jantung. Efek yang ditimbulkan dapat bersifat jangka pendek maupun jangka panjang.
Dikutip Alodokter.com minuman beralkohol yang dikonsumsi akan masuk ke darah melalui dinding lambung dan usus kecil. Selanjutnya, alkohol menyebar ke seluruh bagian tubuh termasuk otak, lalu memperlambat kerja otak serta memengaruhi cara berpikir dan berperilaku.
Efek Alkohol Jangka Pendek
Efek alkohol jangka pendek dapat ditentukan dari satuan unit alkohol yang dikonsumsi. Satu unit alkohol setara dengan 10 mililiter atau 8 gram alkohol murni, yaitu rata-rata alkohol yang dapat diproses dalam tubuh orang dewasa dalam satu jam.
Satuan unit ini juga dapat ditentukan dengan perhitungan persentase alkohol murni dalam minuman (ABV) dan seberapa banyak minuman beralkohol yang Anda konsumsi dalam satuan mililiter. Berikut ini adalah rumus perhitungan unit alkohol:
Persentase alkohol murni (ABV) x volume (ml) ÷ 1.000 = unit
Setelah mendapatkan satuan unit alkohol yang dikonsumsi, Anda dapat mengantisipasi efek alkohol jangka pendek yang mungkin terjadi, yaitu:
1–2 unit alkohol
Saat mengonsumsi 1–2 unit alkohol, Anda akan merasakan detak jantung meningkat dan pembuluh darah melebar. Hal ini membuat Anda menjadi lebih banyak bicara. Selain itu, tubuh juga akan terasa hangat setelah mengonsumsi minuman beralkohol.
4–6 unit alkohol
Konsumsi alkohol sebanyak 4–6 unit dalam jangka pendek dapat merusak sel-sel dalam sistem saraf, sehingga Anda akan merasa pusing. Selain itu, efek alkohol jangka pendek juga dapat memengaruhi fungsi otak yang membuat Anda lebih mudah mengambil keputusan tanpa pertimbangan.
8–9 unit alkohol
Setelah mengonsumsi 8–9 unit alkohol, Anda mulai kehilangan fokus, penglihatan pun mulai kabur, ucapan tidak jelas, dan reaksi tubuh menjadi lebih lambat. Anda juga akan terbangun dalam keadaan mabuk, karena hati tidak mampu menyaring jumlah alkohol yang masuk ke dalam tubuh.
10–12 unit alkohol
Tingkat alkohol yang tinggi ini memiliki efek depresan yang membuat Anda mengantuk. Selain itu, koordinasi tubuh juga terganggu sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan saat Anda mengendarai kendaraan bermotor setelah minum.
Efek alkohol jangka pendek pada unit ini juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan dengan gejala mual, muntah, dan diare. Anda juga bisa mengalami dehidrasi karena tubuh berusaha mengeluarkan alkohol dengan cepat melalui urine.













