KORDANEWS – Bagi Anda yang sedang menjalani diet, mungkin pernah mendengar nama roti sourdough yang diklaim lebih sehat daripada roti biasa. Lantas, benarkah roti sourdough punya manfaat yang mendukung keberhasilan diet Anda?
Perbedaan roti sourdough dan roti biasa
Roti sourdough kian populer di antara kalangan masyarakat yang berkomitmen menjalani pola makan sehat. Pasalnya, roti sourdough mampu menyaingi roti putih dan roti gandum dalam hal keunggulan gizi.
Perbedaan mendasar roti sourdough dan roti biasa terletak pada proses fermentasinya.
Roti biasa umumnya menggunakan ragi instan yang membuat adonan roti mengembang.
Sementara itu, pengembangan roti sourdough memanfaatkan proses fermentasi alami yang mengandalkan ragi liar dan bakteri asam laktat dari tepung.
Proses pembuatan roti sourdough pun cukup lama dibandingkan roti biasa.
Adonan sourdough starter yang terdiri dari campuran ragi liar, bakteri asam laktat, tepung, dan air harus dibuat terlebih dulu. Setelah itu, adonan ini akan difermentasi dalam waktu lama sampai mengembang.
Nah, proses fermentasi yang lama ini membuat roti sourdough memiliki rasa yang lebih asam, serta tekstur yang lebih kenyal di dalam sekaligus lebih renyah di bagian sisinya.
Kandungan nutrisi dalam roti sourdough
Jenis tepung dan bahan tambahan lain, seperti gula atau garam, dapat memengaruhi kandungan nutrisi roti sourdough.
Dikutip dari laman FoodData Centra U.S. Department of Agriculture, secara umum dalam 100 gram (g) roti sourdough memiliki nutrisi, antara lain:
Manfaat roti sourdough untuk kesehatan tubuh
kandungan roti sourdough
Roti sourdough umumnya menggunakan tepung yang sama seperti roti biasa, tapi proses fermentasi meningkatkan kandungan nutrisinya.













