Sumsel

Waspadai Potensi Konflik, Herman Deru Optimalkan Sinergitas 

×

Waspadai Potensi Konflik, Herman Deru Optimalkan Sinergitas 

Share this article

kordanews – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru mengapresiasi atas inisiasi Kapolda Sumsel Irjen Pol. Drs. Toni Hermanto yang telah  mengelar  Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Sumsel Zero Konflik menuju Sumsel Maju untuk Semua,”  yang digelar di ruang Rekonfu Polda Sumsel,  Kamis (23/9) pagi.

“Saya terimakasih atas inisiatif  Kapolda yang luar biasa dengan  mengadakan acara pada hari ini. Semoga ini menjadi refrensi kita bersama dalam  membangun sinergitas. Sebab ini  merupakan upaya kita  mempertahankan Zero Konflik di Sumsel,” tegas Herman Deru mengawali  materinya selaku narasumber (Narsum) pada FGD kali ini.

Menurut Gubernur Herman Deru, melalui FGD yang diinisiasi Kapolda akan dapat memperluas upaya pertahanan zero konflik, apalagi peserta FGD melibatkan para Bupati/ Walikota se-Sumatera Selatan baik yang hadir secara fisik maupun virtual.

“Nanti juga akan kita perluas lagi dengan mengundang seluruh kepala daerah, Bupati, Walikota, mulai dari tokoh, kepala suku, Forkopimda, sampai dengan Bhabinkamtibnas Se-Sumsel secara hybird mungkin nanti ada yang datang langsung maupun secara virtual,” tegasnya.

Gubernur menyebut Sumatera Selatan merupakan satu daerah yang kondusif dan tidak mempunyai potensi terjadinya konflik. Meskipun demikian  dirinya tetap mengharapkan peran para tokoh agama, tokoh masyarakat dan aparat penegak hukum untuk tetap waspada  jika ada potensi konflik yang akan terjadi segera untuk diselesaikan secara  musyawarah.

“Sumsel ini kan salah satu daerah yang bukan berpotensi konflik tapi kita tetap harus waspada. Konflik juga bisa datang dari berbagai persoalan bisa dari ekonomi, bisa juga dari segi ego dan kesukuan, dan itu yang harus kita redam,” imbuhnya.

Dalam  FGD tersebut juga menyinggung penanganan Pandemi Covid-19 serta program vaksinasi. Dimana Herman Deru mengingatkan setidaknya  tiga poin penting  yang harus dilakukan dalam menekan dampak pandemi diantaranya pemulihan kondisi sosial masyarakat, persoalan ekonomi dan kesehatan.

“Setelah kurang lebih satu setengah tahun kita dilanda pandemi Covid-19, selama itu juga kita disibukan dengan berbagai penanganannya. Dalam hal ini kita perlu menyelesaikan tiga pokok utamanya yakni mulai dari pemulihan ekonomi, sosial, dan kesehatan,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *