Serta bagaimana pasien COVID-19 cepat sembuh dan menekan penularan COVID-19 di Kecamatan Sako Palembang.
“Upaya yang kami lakukan untuk menurunkan upaya stigma negatif dari masyarakat, yaitu pendekatan secara personal dan kekeluargaan. Jangan sampai ada rasa tidak suka (ke pasien COVID-19),” ungkapnya.
Saat sosialisasi dan pendekatan ke warga, Camat Sako Palembang dan jajarannya selalu membawa aparat kepolisian.
Hal tersebut untuk menekan paradigm negatif terhadap pasien COVID-19, yang berujung persekusi. Karena, aka nada ancaman pidana jika terbukti melakukan persekusi.
“Sampai sekarang sudah berkurang (penolakan pasien COVID-19), walau masih ada riak-riak penolakan kecil,” ujarnya.
Dia juga sempat kewalahan saat sosialisasi vaksinasi COVID-19. Para warganya banyak yang menolak, karena termakan berbagai berita hoaks.
“Di awal-awal mengajak vaksinasi COVID-19, kami kerepotan mengajak warga untuk divaksin. Banyak yang menolak, karena termakan hoaks. Padahal itu tidak benar,” ujarnya.
Hani, warga Kecamatan Sako Palembang mengatakan, awalnya dia sempat takut mengikuti vaksinasi COVID-19.
“Iya awal-awal takut, tapi sekarang kayaknya memang sangat butuh suntik vaksin. Selain untuk kesehatan, juga untuk kemudahan keperluan lainnya,” ujarnya.(jml)













