“Demikian pula, kita telah memiliki rencana strategis IOG 4.0 (Indonesia Oil and Gas) dan memiliki mimpi yang besar agar ditahun 2030, produksi migas Indonesia mencapai 1 juta BOPD (barel minyak per hari) dan 12 BSCFD (miliar kaki kubik per hari) gas. Untuk itu saya harapkan kepada saudara yang baru dilantik segera dapat menyesuaikan diri agar dapat bergerak bersama-sama untuk mewujudkan mimpi besar ini,” tambah Dwi.
Selain itu, transformasi melalui IOG 4.0 juga mencakup adaptasi bentuk komunikasi institusi di era digitalisasi saat ini. “Salah satu dampak terbesar dalam perilaku komunikasi adalah pandemi Covid-19, hal tersebut mengharuskan adanya adaptasi yang begitu cepat dalam cara institusi berkomunikasi. Divisi Program dan Komunikasi sebagai penghubung dengan para pemangku kepentingan SKK Migas, kami lihat sudah cukup baik dalam melakukan adaptasi tersebut, kami berharap pejabat baru mampu menjalankan tugasnya dengan lebih baik kedepannya,” lanjut Dwi.
Editor : Admin.













