Health

Yuk Mengenal Panduan Diet Karnivora, Apakah Aman bagi Tubuh?

×

Yuk Mengenal Panduan Diet Karnivora, Apakah Aman bagi Tubuh?

Share this article

Konsumsi terlalu banyak sumber karbohidrat dan makanan manis tentu bisa memicu lonjakan kadar gula darah.

Oleh sebab itu, membatasi karbohidrat olahan dan makanan manis penting dalam mengendalikan kadar gula darah.

Risiko diet karnivora
akibat sembelit jika tidak diobati

Meski dianggap bisa menurunkan berat badan dengan cepat, diet karnivora justru menyimpan begitu banyak risiko bagi banyak orang.

Risiko ini muncul akibat pola makan yang hanya fokus pada konsumsi sumber protein dan tidak mengikuti pedoman gizi seimbang.

Berikut beberapa risiko dari lebih banyak mengonsumsi makanan tinggi protein dan menghindari zat gizi penting lainnya.

1. Penyakit kronis
Salah satu risiko dari diet karnivora yang bisa terjadi yaitu menyebabkan berbagai penyakit kronis, seperti masalah ginjal dan penyakit jantung.

Bagaimana tidak, pola makan ini hanya terdiri dari sumber protein hewani yang mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang tinggi.

Sementara itu, lemak jenuh meningkatkan kolesterol jahat (LDL) yang meningkatkan risiko penyakit jantung.

Selain itu, sejumlah daging olahan, terutama daging bacon atau sosis, memiliki kandungan sodium cukup tinggi.

Konsumsi terlalu banyak natrium diketahui bisa memicu risiko tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, dan masalah kesehatan lainnya.

2. Tidak memenuhi kebutuhan nutrisi
Tidak hanya memicu risiko penyakit kronis, diet karnivora ternyata berpotensi membuat tubuh tidak mendapatkan kebutuhan nutrisi yang cukup.

Daging dan sumber protein hewani lainnya memang tergolong bergizi. Namun, bukan berarti daging menjadi satu-satunya makanan yang perlu dikonsumsi.

Jadi, diet yang hanya berfokus pada protein ini justru menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi.

Sebaliknya, diet yang melibatkan makanan nabati justru dapat menurunkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes.

Maka dari itu, konsumsi daging yang berlebihan tanpa dibarengi dengan asupan sumber gizi lainnya tidak direkomendasikan.

3. Masalah pencernaan
Mengingat daging tidak menyediakan serat yang diperlukan untuk melancarkan proses pencernaan, diet karnivora bisa memicu masalah pada organ pencernaan.

Serat merupakan karbohidrat kompleks yang tidak dapat dicerna dan baik untuk meningkatkan kerja organ pencernaan. Jenis karbohidrat ini hanya dapat dijumpai di makanan nabati (dari tumbuhan).

Kekurangan serat sering dikaitkan dengan masalah sembelit dan bisa mengganggu kesehatan usus. Hal ini ternyata bisa melemahkan kekebalan tubuh dan memicu risiko kanker usus besar.

Dibandingkan manfaatnya, diet karnivora justru menyimpan lebih banyak risiko terhadap kesehatan tubuh Anda.

Terlebih lagi, program diet ini tidak menawarkan keseimbangan gizi yang efektif menjaga berat badan tetap ideal.

Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum memulai diet apa pun. Hal ini bertujuan membantu mengetahui jenis diet yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. ( hellosehat.com )

Editor :John.W

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *