“Diperlukan Kerjasama yang insentif dalam rangka, monitoring verifikasi dan pelaporan (MRV) serta sinkronisasi program antara Mitra Pembangunan dengan Program Renstra dinas dalam pencapaian Visi nya,” ujarnya.
Kepala Bappeda Muba Iskandar Syahrianto menyampaikan, kabupaten Muba memiliki beberapa isu strategis yaitu, penurunan angka kemiskinan, peningkatan dan pengembangan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan produktivitas pertanian dan hilirisasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi, pendapatan daerah dan investasi, reformasi birokrasi, pengelolaan sumber daya alam, peningkatan kualitas lingkungan hidup dan reforma agraria, pengembangan sosial budaya dan olahraga, pemulihan pasca pandemi Covid-19.
Dengan adanya Nota Kesepahaman Bersama (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Muba dengan Mitra Pembangunan dalam Pencapaian Target bersama Maskot Muba,menjadi salah satu cara untuk mencapai isu strategis kabupaten Muba.
Target Maskot Muba, Produksi peningkatan produktivitas. Peningkatan kapasitas petani. Peningkatan kualitas karet. Sumber bibit komoditas strategis kabupaten. Pemanfaatan limbah untuk menunjang produksi. Basis data STDB petani (50% dari total area) DAN berkembang menuju skema sertifikasi lahan dan produksi.
Protection, Perlindungan kawasan bernilai konservasi tinggi. Restorasi gambut. Mengurangi angka kejadian kebakaran hutan/lahan. Akses ke air bersih dan sanitasi yang aman. Jumlah kelompok tani hutan. Mencapai status kualitas air sungai yang sehat.
“Inclusion nya dapat mengurangi angka kemiskinan. Kapasitas Petani untuk dapat memasuki rantai pasok. Terwujudnya reforma agraria untuk mendukung komoditas berkelanjutan. Jumlah perhutanan sosial yang beroperasi dengan baik. Kelompok masyarakat adat yang dapat didukung dan ditingkatkan kapasitasnya melalui skema perhutanan sosial,” bebernya. (ts)













