4. Membantu mengatasi gangguan stres pascatrauma (PTSD)
Orang yang mengalami PTSD sering kali merasa cemas, takut, panik, susah tidur, dan sering teringat pada kejadian traumatis yang dialaminya. Jika tidak ditangani, masalah ini bisa mengganggu aktivitas dan produktivitasnya.
Untuk mengatasi gangguan tersebut, dokter bisa memberikan pengobatan dan psikoterapi, serta terapi pendukung seperti hipnosis.
Melalui hipnosis, dokter atau ahli hipnoterapis akan membantu pasien mencari faktor pemicu PTSD, sekaligus memberikan sugesti agar pasien bisa merasa tenang dan lebih kuat dalam menghadapi pengalaman buruknya.
5. Mendukung efektivitas pengobatan depresi
Hipnosis juga bisa membantu mengatasi depresi. Dengan menjalani terapi ini, pasien yang mengalami depresi akan dipandu dan dibimbing agar bisa merasa lebih tenang untuk menceritakan emosi dan beban batin yang selama ini terpendam.
Hipnosis ijuga bisa membantu efektivitas metode penanganan depresi lain, seperti penggunaan obat antidepresan dan psikoterapi.
6. Membantu mengatasi gangguan cemas dan fobia
Gangguan cemas, seperti gangguan kecemasan umum, serangan panik, dan beragam jenis fobia, seperti fobia sosial, agoraphobia, hingga fobia spesifik, bisa menyebabkan pasien menjadi sulit untuk berinteraksi dengan orang lain.
Pasien umumnya perlu menjalani pengobatan dan psikoterapi dari psikiater. Namun, selain itu, hipnosis juga bisa bermanfaat untuk mendukung penanganan gangguan mental tersebut.
Melalui terapi ini, pasien akan diberi sugesti untuk bisa merasa lebih rileks dan mudah menenangkan diri, serta bisa berpikir positif ketika berhadapan dengan pemicu fobia atau gangguan cemasnya.
7. Mengatasi gangguan psikosomatik
Manfaat hipnosis selanjutnya yang tak kalah penting adalah untuk mendukung pengobatan gangguan psikosomatik. Melalui hipnosis, dokter atau hipnoterapis bisa membantu mengatasi stres dan luka batin yang menjadi pemicu munculnya gangguan psikosomatik pada pasien.
Manfaat hipnosis memang dinilai efektif dalam mengatasi beberapa masalah kesehatan tertentu. Namun, perlu diingat, tidak semua orang cocok untuk menjalaninya.
Terapi hipnosis mungkin tidak cocok dilakukan pada orang yang mengalami psikosis akut, delusi, atau sedang berada dalam efek obat-obatan atau minuman beralkohol. Selain itu, hipnosis juga tidak bisa menggantikan peran terapi lain, seperti penggunaan obat-obatan, psikoterapi, dan terapi perilaku kognitif.
Oleh karena itu, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menjalani hipnosis. Hal ini penting dilakukan agar dokter bisa memastikan diagnosis penyakit yang Anda alami dan menentukan metode penanganan yang tepat.
Editor :John.W













