Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Ogan Komering Ulu (OKU), Amzar Kristopa mengatakan intensitas curah hujan tinggi yang terjadi sejak pukul 19.25 WIB pada Minggu 17 Oktober 2021 menyebabkan Sungai Ogan meluap hingga menimbulkan bencana banjir bandang.
Selain ratusan rumah warga di Kecamatan Muara Jaya terdampak banjir, kata dia, bencana alam tersebut juga merusak dua unit jembatan gantung di Desa Lubuk Tupak dan Desa Lontar hingga tidak bisa dilewati warga.
“Kemudian jembatan gantung di Desa Gunung Meraksa, Kecamatan Pengandonan dan di Desa Tubohan, Kecamatan Semidang Aji juga rusak berat akibat banjir bandang,” katanya.
Selain itu, banjir tersebut juga merusak sejumlah fasilitas umum seperti balai desa, masjid dan sekolah tergenang air dengan ketinggian air antara 50-70 cm.
“Untuk korban jiwa tidak ada. Namun, akibat bencana alam ini kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah,” ujarnya.
Editor : Admin.













