Headline

PDIP Sumsel Dorong Potensi Positif Generasi Milenial, Sambut Sumpah Pemuda

×

PDIP Sumsel Dorong Potensi Positif Generasi Milenial, Sambut Sumpah Pemuda

Share this article

Dia membagikan kisahnya di tahun 1997-2002, saat menjadi mahasiswa yang aktif mengkritisi sesuatu, Giri benar-benar punya dasar kritikan dan punya solusinya.

“Saat ini, banyak yang mengkritik kebijakan tapi tak ada solusinya. Dengan kajian yang kurang dalam dan tidak menyentuh esensi permasalahan, gerakan yang dibangun tak akan punya kekuatannya. Para generasi milenial harus mempunyai kajian akademis yang dalam juga, saat mengkritisi sesuatu,” ucapnya.

Ketua BMI Sumsel Basroni menuturkan, dia sebagai seorang yang konservatif dan berpikir gaya lama, sangat membutuhkan diskusi dengan para pemuda. Terlebih bagaimana cara mengkritisi pemerintah dan bisa menyampaikan sesuatu dengan memberikan solusi juga.

“Seiap pergerakan pemuda pasti ada pemicunya. Karena pemuda ingin ada perubahan dan perbaikan. Kami ingin para pemuda peka terhadap apa yang terjadi. Bisa mengkritisi aturan, kebijakan, kekuasan dan pemerintah dengan turut menyertakan solusi,” ujarnya.

Dalam diskusi ini yang diikuti perwakilan organisasi mahasiswa, para pemuda-pemudi yang datang bertukar pikiran tentang bagaimana menyikapi Hari Sumpah Pemuda, untuk keberlangsungan kemajuan negara.

Seperti Kesatuan Mahasiswa Hindu Darma Indonesia (KHMDI) Palembang, Dema Febi Universitas Negeri Islam (UIN)Raden Fatah Palembang, Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Palembang, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran dan Dakwah (LPTQND) Palembang, Himpunan Mahasiswa Program Studi Managemen Zakat Wakaf (HMPS-Mazawa) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Palembang.

Seperti disampaikan Toyep Ramadan, anggota DEMA FEBI UIN Raden Fatah Palembang, pemuda saat ini adalah harapan pemuda-pemudi di masa mendatang.

Para pemuda bisa menuangkan pemikiran dan ide, yang sangat berguna bagi peran pemuda di masa sekarang. Jika tidak menyampaikan ide yang dipikirkan, penyampaian kritikan akan berakhir tanpa solusi.

“Jadi nantinya, akan terlalu banyak menyampaikan kritikan tanpa solusi. Akan lebih baik, para pemuda bisa menyampaikan kritik, diiringi solusi yang konkrit untuk perbaikan negara,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *