Health

Penyebab Anus Panas Saat Buang Air Besar, Plus Cara Mengatasinya

×

Penyebab Anus Panas Saat Buang Air Besar, Plus Cara Mengatasinya

Share this article

KORDANEWS – Sensasi panas di anus saat buang air besar, ternyata bukan hanya dirasakan para penikmat makanan pedas saja. Sejumlah masalah kesehatan terkait sistem pencernaan juga bisa menyebabkan anus panas. Manakah yang perlu Anda waspadai?

Berbagai penyebab anus terasa panas
Pada dasarnya, anus merupakan saluran akhir dari sistem pencernaan manusia sebagai tempat keluarnya feses.

Nyeri dan panas di anus bisa terjadi sebelum, selama, dan setelah buang air besar. Rasa sakit tersebut awalnya terasa ringan, tapi dapat memburuk dari waktu ke waktu.

Kondisi atau masalah kesehatan tertentu dapat menyebabkan anus terasa panas, berikut adalah beberapa di antaranya.

1. Konsumsi makanan pedas
makanan pedas menyebabkan ambeien

Selain sensasi panas di mulut, mengonsumsi cabai atau makanan pedas bisa menyebabkan sensasi anus panas seperti terbakar saat buang air besar.

Hal ini karena anus memiliki reseptor saraf TRPV1 yang sensitif terhadap senyawa kimia pemicu pedas dari cabai yang bernama capsaicin.

Capsaicin yang Anda konsumsi nyatanya tidak selalu dicerna dengan baik oleh tubuh. Beberapa masih bisa tersisa dalam saluran pencernaan bahkan bisa ikut terbawa sampai anus.

Reseptor TRPV1 ini sebenarnya juga terdapat sepanjang saluran pencernaan. Itu sebabnya, tidak jarang Anda merasa perut kram atau tidak nyaman bila makan makanan pedas.

2. Anus gatal
Anus gatal yang dalam istilah medis disebut pruritus ani dapat Anda rasakan pada bagian kulit sekitar atau lubang anus.

Kondisi ini dapat terjadi saat Anda terlalu kasar menyeka atau mengusap bagian anus. Akibatnya, anus bisa lecet, memperburuk rasa gatal, hingga menimbulkan sensasi terbakar.

Selain itu, penyakit kulit, seperti psoriasis, kutil, dan dermatitis kontak yang memengaruhi kulit sekitar anus juga bisa menyebabkan munculnya sensasi panas.

3. Fisura ani
Robekan atau luka kecil yang terdapat pada jaringan mukosa anus dikenal sebagai fisura ani. Kondisi ini umumnya terjadi saat Anda mengeluarkan feses yang besar dan keras.

Fisura ani dapat menimbulkan rasa sakit tajam, sensasi terbakar, hingga perdarahan selama dan setelah Anda buang air besar.

Gangguan pencernaan pada anus ini bisa sangat menyakitkan, tetapi kebanyakan kasus biasanya dapat sembuh dengan sendirinya dalam 4‒6 minggu.

Namun, kasus kronis mungkin memerlukan perawatan tambahan. Tindakan operasi perlu Anda lakukan untuk membantu penyembuhan fisura dan mencegah kerusakan otot sekitarnya.

4. Abses dan fistula ani
Abses anal merupakan penyakit yang terjadi akibat infeksi pada kelenjar anal. Kondisi ini menyebabkan terbentuknya kantung nanah di dekat anus atau rektum.

Pada sebagian kasus, kantung nanah yang pecah dan mengering bisa menimbulkan fistula ani atau saluran kecil yang berkembang antara ujung usus dan kulit di dekat anus.

Dokter akan meresepkan antibiotik bila abses terdeteksi sejak dini. Jika fistula berkembang, Anda mungkin perlu melakukan operasi sebab kondisi ini sulit disembuhkan dengan obat-obatan.

5. Ambeien
ambeien luar

Dalam kebanyakan kasus, sensasi anus panas, nyeri, dan perdarahan selama buang air besar merupakan gejala dari penyakit ambeien (wasir).

Ambeien atau dalam istilah medis disebut hemoroid ini merupakan kondisi peradangan atau pembengkakan pembuluh darah vena di sekitar anus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *