Health

Penyebab Anus Panas Saat Buang Air Besar, Plus Cara Mengatasinya

×

Penyebab Anus Panas Saat Buang Air Besar, Plus Cara Mengatasinya

Share this article

External hemorrhoid atau ambeien luar jadi yang paling sering menjadi penyebab anus panas.

Kondisi ini menimbulkan benjolan pada bagian luar anus yang memicu nyeri hingga perdarahan.

6. Inflammatory bowel disease
Inflammatory bowel disease (IBD) adalah istilah yang menggambarkan penyakit Crohn dan kolitis ulseratif, keduanya memicu peradangan kronis pada saluran pencernaan.

Penyakit Crohn dan kolitis ulseratif biasanya memiliki gejala yang mirip, termasuk diare, buang air besar berdarah, nyeri dan kram perut, kelelahan, dan penurunan berat badan.

Kedua kondisi ini juga termasuk gangguan autoimun. Apabila dibiarkan begitu saja, kondisinya dapat bertambah parah dan memicu komplikasi yang mengancam nyawa.

7. Infeksi
Sejumlah penyakit infeksi, seperti infeksi jamur atau infeksi menular seksual juga mungkin menimbulkan nyeri dan sensasi terbakar di anus.

Kurang terjaganya kebersihan anus setelah buang air besar dapat mendukung pertumbuhan jamur berlebihan karena anus cenderung lembab dan hangat.

Infeksi menular seksual, seperti gonore, klamidia, sifilis, dan lainnya juga bisa menyerang anus. Beberapa gejalanya, termasuk gatal dan keluarnya cairan atau darah.

Dokter dapat memberikan resep antibiotik, obat antivirus, atau obat antijamur tergantung dari penyebab infeksi yang Anda alami.

Gejala apa saja yang menyertai rasa panas di anus?
Beragam kondisi di atas dapat menyebabkan anus terasa panas sehingga gejala yang Anda rasakan bisa berbeda-beda.

Kondisi anus panas karena makan makanan pedas dan kebersihan yang kurang terjaga umumnya tidak memerlukan penanganan dari dokter.

Namun, segera konsultasikan ke dokter apabila merasakan gejala berikut.

– Sakit dan sensasi terbakar yang tidak membaik setelah 3‒4 hari
– Terdapat perdarahan dan benjolan pada anus
– Masalah sering kambuh
– Gejala mengganggu istirahat dan aktivitas sehari-hari

Bagaimana cara mengatasi rasa sakit dan panas di anus?

Dokter akan mencari tahu penyebab rasa sakit dan panas untuk menentukan pengobatannya.

Umumnya, dokter akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan Anda terlebih dahulu.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk merasakan kelainan di anus dan rektum.

Prosedur anoskopi mungkin juga diperlukan untuk melihat kondisi di dalamnya.

Tergantung dari penyebab anus nyeri dan panas, berikut ini adalah beberapa tindakan yang dapat Anda lakukan untuk meredakannya.

– Makan lebih banyak sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian.
– Konsumsi obat pengencer feses untuk memperlancar buang air besar.
– Menjaga kebersihan anus dan sekitarnya sampai bersih setelah buang air besar.
– Mandi sitz atau duduk di bak air panas sampai pinggul beberapa kali sehari untuk mengurangi rasa sakit akibat ambeien dan fisura ani.
– Mengoleskan obat salep untuk wasir atau krim hidrokortison untuk fisura ani.
– Minum antibiotik yang dokter resepkan jika terdapat infeksi pada anus.
– Minum obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen untuk mengurangi rasa sakit dan nyeri di anus.

Selain itu, dokter mungkin akan melakukan prosedur perawatan pada kondisi lain, termasuk pembedahan untuk memperbaiki fistula atau terapi untuk kanker anus.

Editor :John.W

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *