“Kami juga sedang melakukan pembebasan lahan yang menjadi milik warga,” bebernya.
Ditargetkan, proses pembebasan lahan bisa selesai Mei 2022 mendatang. Termasuk juga beberapa lahan yang digunakan untuk konstruksi proyek. “Sebagian besar lahan proyek juga masih ada yang belum dibebaskan. Targetnya seluruh lahan sudah bebas di Mei 2022 mendatang,” ucapnya.
Selain akses jalan dan pembebasan lahan, Maryadi menerangkan, pihaknya harus melakukan review desain. Pasalnya, saat melakukan kegiatan penggalian, dasar tanah bendungan merupakan tanah lunak. “Jadi kami harus menyesuaikan konstruksinya dengan kondisi tanah yang ada,” bebernya.
Meski menemui sejumlah kendala, progress pembangunan bendungan pertama di Sumsel tersebut tetap sesuai dengan jadwal pelaksanaan. Hingga akhir tahun, ditargetkan progress pembangunan bendungan bisa mencapai 30 persen.
“Progresnya tidak minus lagi. Seluruhnya tetap sesuai schedule,” pungkasnya.













