yang selanjutnya dapat digunakan oleh KKKS untuk memenuhi kebutuhan proyek hulu migas.
Direktur Pembinaan Program Migas Dwi Ismukurnianto Anggoro dalam kesempatan yang sama mengatakan, sektor hulu migas masih memiliki fungsi dan pengaruh yang sangat besar terhadap negara dan berkontribusi sebagai pondasi ketahanan energi nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baik secara nasional dan/atau daerah penghasil.
“Sebagaimana kita ketahui bahwa keberadaan kegiatan pada sektor migas di Indonesia telah mampu menciptakan multiplier effect yang dapat membantu percepatan pemulihan ekonomi paska pandemi Covid-19,” kata Dwi.
Dwi kemudian menjelaskan, berdasarkan data pengadaan tahun 2020 hingga Kuartal III 2021, kegiatan hulu migas telah memberikan sumbangsih investasi sebesar Rp. 103,3 triliun, kontribusi terbesar diberikan pada komoditas utama dan penunjang migas sebesar Rp 87.8 triliun. “Dengan harga minyak mentah dunia yang mulai mendaki mengarah keangka USD 70, diharapkan dapat meningkatkan geliat aktifitas di kegiatan usaha hulu migas,” imbuhnya.
Pihaknya juga menekankan agar kolaborasi kerjasama yang telah terjalin saat ini antara Kementerian ESDM, SKK Migas, dan KKKS dapat terus terjaga dan semakin ditingkatkan melalui perbaikan dan terobosan – terobosan baru dalam program-program kedepan demi mendorong terciptanya operasi hulu minyak dan gas bumi yang andal, aman dan efisien guna tercapainya target produksi dengan tetap memaksimalkan penggunaan barang dan peralatan pendukung operasi yang sudah diproduksi di dalam negeri. (Trq)
Editor : Admin













