Menurutnya, pada kesempatan tersebut, masing-masing anggota TPID menyampaikan berbagai langkah pengendalian inflasi jelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Dari sisi ketersediaan pasokan, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel maupun Perum Bulog Divre Sumsel Babel menyampaikan bahwa suplai komoditas pangan dan bahan pokok penting yang ada di wilayah Sumsel dalam kondisi aman, bahkan untuk beberapa komoditas seperti cabai merah dan telur ayam ras dalam kondisi surplus. Perum Bulog Divre Sumsel Babel juga menyampaikan bahwa berbagai komoditas yang dikelola oleh Bulog seperti beras dan tepung terigu tersedia dalam jumlah yang cukup, bahkan untuk stok beras dapat memenuhi kebutuhan 5-6 bulan kedepan. Begitu juga dengan pasokan daging sapi yang relatif cukup dan diperkirakan dapat memenuhi permintaan masyarakat jelang HBKN, baik yang berasal dari pasokan intra wilayah Sumsel maupun dari luar wilayah Sumsel. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumsel menyampaikan untuk stok dan harga ikan di wilayah Provinsi Sumsel juga relatif stabil dan dapat memenuhi permintaan masyarakat. Sementara itu, Pertamina Wilayah Rayon I (Palembang, Banyuasin dan Musi Banyuasin), menyampaikan bahwa telah di bentuk satuan tugas khusus untuk memastikan ketersediaan stok bahan Bahan Bakar Minyak dan gas LPG jelang Natal dan Tahun Baru 2021.
Lebih lanjut dikatakannya, Hasil pantauan Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel menunjukkan bahwa harga komoditas pangan dalam kondisi stabil dan tidak mengalami fluktuasi yang signifikan. Untuk mengatasi kenaikan harga minyak goreng, maka Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel akan menyelenggarakan pasar murah bekerja sama dengan distributor di 9 titik di Kota Palembang antara lain di Pasar KM 5, Pasar Cinde, Pasar Lemabang mulai dari tanggal 21-30 Desember 2021. Dari sisi keamanan pangan, Satgas Pangan menyampaikan bahwa saat ini situasi masih kondusif dan pihaknya akan terus memantau apabila terjadi potensi penimbunan oleh spekulan.
“Dari sisi kelancaran distribusi, Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel telah mengkoordinasikan jalur distribusi dan memprioritaskan pengangkutan bahan pangan dan bahan pokok penting, BBM, dan komoditas strategis lainnya. Pada kesempatan tersebut, TPID Provinsi Sumsel memastikan pemerintah akan senantiasa hadir untuk menjaga ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga jelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokoknya dengan aman. Sebagai penutup, inflasi Provinsi Sumsel tahun 2021 diperkirakan berada pada rentang target yaitu 3,0±1% (yoy), didorong oleh pulihnya aktivitas masyarakat di tengah perluasan dan percepatan program vaksinasi, percepatan pembangunan infrastruktur, serta kenaikan harga komoditas global. Ke depan, TPID Provinsi Sumsel dan seluruh TPID Kabupaten/Kota serta Satgas Pangan akan terus bersinergi dalam mengendalikan inflasi.” tutupnya. (eh)
Editor : Admin.













