KORDANEWS – Mahalnya harga pupuk menjadi momok yang cukup menakutkan, khususnya dikalangan petani baik karet, kopi dan tanaman apapun, hingga menyebabkan produksi dari komoditi pun ikut-ikutan menurun.
Ditambah pula, mahalnya harga pupuk subsidi bagi petani, berbanding terbalik dengan pendapatan yang diperoleh.
Harto (62) petani Dusun 4 Tebat Pesuk, Desa Rindu Hati, Kecamatan Gumay Ulu membenarkan, bahwasanya mahalnya harga pupuk subsidi, sangat dirasakan terlebih lagi produksi dari getah karet maupun kopi mengalami penurunan.
“Untuk karet di Gumay Ulu sendiri dihargai Rp 7.500 perkilo, sedangkan kopi Rp 18.000 perkilogramnya,” terangnya, ditemui, Munggu (2/1/2022).
Senada, Darmawan (58) petani lainnya menuturkan, hal serupa dirinya harus membeli pupuk di Kota Pagaralam atau Kota Lahat.
“Ongkosnya saja sudah berapa, belum lagi harga pupuk urea yang tidak sebanding dengan penghasilan diperoleh,” paparnya.













