KORDANEWS – Masyarakat Lahat khususnya di Kecamatan Pajar Bulan mengeluhkan Kenaikan harga pupuk yang melambung tinggi. Seperti pupuk mutiara yaramila non Rp 710 ribu dari sebelumnya Rp 600 ribu sementara phonska plus naik Rp 190 ribu dari sebelumnya Rp 250 ribu. Sementara saat ini petani sangat membutuhkan hal itu untuk memupuk tanaman mereka.
“Bulan kemarin harga masih terjangkau, tapi saat saya beli tadi kaget naiknya kebangetan, semakin tidak berpihak kepada petani,”ungkap Pirli (35) warga Desa Gelung Sakti, Kecamatan Pajar Bulan.
Pirli memilih untuk membeli pupuk non subsidi, karena untuk memperoleh pupuk non subsidi ada peraturannya harus punya kelompok tadi dan terdaftar di RDKK. Pernah mencoba mencari ke pengecer pupuk subsidi, tapi sedang tidak tersedia.
“Karena memang sudah harus memupuk tanaman, maka mau tidak mau dia dan petani lain dengan terpaksa membeli pupuk non subsidi yang harganya lebih mahal,” keluhnya.
Sementara, Pimpinan BPP Kecamatan Pajar Bulan Dedi Kurniawan S.Pt mengatakan, bulan Januari belum ada penebusan pupuk subsidi, karena pengecer baru kontrak awal bulan. Mungkin februari sudah tersedia. Menebusnya pun ada mekanismeye tidak semua warga atau petani bisa menebus.













