KORDANEWS – Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya menilai, upaya pemanfaatan lahan gambut sebagai lahan pertanian dan perkebunan memang sudah seharusnya dilakukan. Hal itu juga sudah menjadi salah satu fokus yang dilakukan Pemprov Sumsel mengingat lahan gambut diwilayah Sumsel merupakan yang terbesar kedua di pulau Sumatera dengan luasan 25 hingga 35 persen dari total luas wilayah Sumsel yang mencapai 9 juta hektare.
“Saya kira upaya pengelolaan gambut ini memang perlu dilakukan sehingga lahan gambut ini bisa bermanfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Mawardi ketika melakukan pertemuan bersama tim International Centre for Research in Agroforesrty (ICRAF) di ruang tamu Wakil Gubernur Sumsel, Jum’at (4/1).
Hanya saja, lanjut Mawardi dalam pengelolaan lahan gambut tersebut dibutuhkan perencanaan yang matang bahkan masyarakat akan setuju jika lahan gambut tersebut dilakukan pengelolaan sehingga ekonomi juga akan semakin meningkat.
“Tapi memang perlu dilakukan perencanaan karena lahan gambut ini pasang surut. Harus dilihat juga tanaman yang cocok untuk lahan ini. Jangang sampai nanti jika air sedang pasang, tanaman tersebut tenggelam dan rusak yang tentunya akan merugikan para petani,” terangnya.
Sebab itu, Mawardi meminta ICRAF melakukan riset untuk menentuk tanaman yang memiliki potensi besar untuk ditanami di lahan gambut tersebut.
“Karena kita ingin upaya ini memiliki manfaat jangka panjang. Buat percontohan di beberapa luas lahan. Jika itu berhasil, tentu masyarakat akan ikut meemanfaatkannya. Yang penting nantinya ada contoh keberhasilannya,” paparnya.
Diketahui, pertemuan Wakil Gubernur Mawardi Yahya bersam tim ICRAF tersebut dalam rangka membahas pelaksanaan project sustainable Lanscape for Climate-Resilient Live Lihoods (Land4Live).













