Lalu, lanjut Herman Deru, yang tak kalah penting dalam penanganan covid-19 ini adalah dengan memperketat protokol kesehatan (prokes). “Untuk prokes juga harus diperketat. Saya tekankan untuk memakai masker. Karena masker merupakan alat cegah yang memadai. Saya imbau masyarakat untuk tidak meremehkan covid-19 omicron ini, karena penularannya dahsyat. Dampaknya bukan hanya pada kesehatan tapi juga ekonomi,” tuturnya.
Sebelumnya, dalam arahannya Presiden RI Joko Widodo menekankan agar seluruh wilayah di Indonesia terus melakukan pencepatan vaksinasi dan memperketat protokol kesehatan. “Ini (omicron) harus diwaspadai. Sudah 93 persen kasus terjadi di pulau Jawa dan Bali. Namun kita masih patut bersyukur karena tingkat rawatnya masih rendah, begitu juga kasus kematiannya,” katanya.
Menurut Jokowi, melonjaknya kasus covid-19 varian omicron di pulau Jawa dan Bali, tentu harus menjadi perhatian daerah lain. “Kita belajar dari kasus delta terdahulu. Dalam 3 pekan, kasus itu menyebar keluar Jawa. Ini yang harus diwaspadai,” sebutnya.
Jika nantinya penyebaran covid 19 varian omicron tidak dapat dihindari, sambungnya, maka cara cerdas yang harus dilakukan adalah dengan mengatur managemen perawatan bagi pasien. Jika memang, memang memiliki gejalaa ringan atau tak begejala, maka pasien dianjurkan melakukan isoman. “Rumah sakit harus diperuntukkan bagi pasien begejala sedang, berat dan kritis. Sebab itu, siagakan peralatan perawatan mulai dari sekarang,” tegasnya.
Melihat dari karakternya, Jokowi menyebut, kasus kematian akibat covid-19 varian omicron menyasar pada pasien yang belum dilakukan vaksinasi secara lengkap. “Dari data yang ada 66 persen pasien meninggal karena vakinasinya belum lengkap. Sebab itulah, saya anjurkan percepat vaksinasi untuk masyarakat baik tahap satu dan dua, agar imun tubuh semakin meningkat. Selain itu perketat prokes utamanya memakai masker saat aktivitas,” pesan Presiden.
Editor : Admin.













