KORDANEWS – Siapa yang tidak pernah makan makanan ringan? Tak dapat disangkal bahwa makanan dalam kemasan ini sudah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang. Meski begitu, Anda perlu mengetahui bahaya dari makanan ringan. Simak artikel ini untuk mengetahui selengkapnya.
Beragam bahaya makanan ringan dalam kemasan
Makanan ringan termasuk golongan yang juga disebut ultra-processed food atau highly processed food.
Dikutip dari Harvard School of Public Health, golongan makanan ini telah melewati serangkaian proses dengan penambahan garam, gula, dan lemak, serta zat aditif atau bahan tambahan pangan.
Tahapan produksi ini membuat kandungan nutrisi dalam makanan berkurang. Produsen biasanya akan menambahkan serat, vitamin, dan mineral sintetis dalam proses yang disebut fortifikasi.
Namun, jenis makanan ini tetap saja tidak mampu menggantikan kebaikan zat gizi alami dari makanan segar atau olahan minimal.
Selain itu, Anda perlu mewaspadai adanya bahaya makanan ringan dalam kemasan seperti berikut ini.
1. Obesitas
penyebab obesitas
Makanan ringan umumnya memiliki cita rasa yang lezat. Jenis makanan ini juga dirancang secara khusus dalam kemasan kecil agar konsumen tertarik membeli lebih banyak.
Kebiasaan ini pulalah yang membuat Anda akan makan secara berlebihan. Akibatnya, bahaya konsumsi makanan ringan berlebihan salah satunya menyebabkan obesitas.
Kandungan dalam makanan kemasan dapat membuat Anda makan lebih banyak dari yang tubuh butuhkan.
Setidaknya, konsumsi makanan ini menyumbang sekitar 57,9% asupan kalori harian, di mana 89,7% di antaranya berasal dari gula tambahan.
2. Diabetes
Berbagai bahan tambahan pangan sering ditambahkan ke dalam makanan kemasan, seperti pengawet, pewarna, pemberi tekstur, penguat rasa, hingga pemanis buatan.
Konsumsi salah satu jenis pemanis buatan, yakni sirup jagung tinggi fruktosa (high-fructose corn syrup/HFCS ), berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit diabetes.
Para peneliti dari University of Southern California melakukan tinjauan pada 43 negara untuk mengetahui hubungan konsumsi sirup jagung tinggi fruktosa dan kasus diabetes tipe 2.
Hasilnya, negara dengan ketersediaan sirup jagung tinggi fruktosa yang lebih banyak memiliki persentase kasus diabetes 20% yang lebih tinggi dibandingkan negara dengan ketersediaan rendah.
3. Penyakit kardiovaskular
Bahaya makanan ringan juga berasal dari kandungan gula, garam, dan lemak yang tinggi. Kelebihan asupan garam dapat meningkatkan risiko Anda mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi).
Selain itu, konsumsi gula dan lemak berlebih dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Hal inilah yang akan meningkatkan risiko penyakit jantung.













