“Gagasan ini harus diperluas oleh penggiat literasi, bunda literasi, kemudian dilanjutkan ke sekolah negeri, untuk kita berikan hak yang sama untuk para disabilitas,” tuturnya.
Sementara Duta Literasi sekaligus penggagas Gerakan Literasi Bahasa Isyarat Ratu Tenny Leriva S. Ked mengatakan, sesuai arahan Gubernur Sumsel untuk meningkatkan literasi bagi masyarakat Sumsel, Ia bersama Dinas Perpustakaan menghadap Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI dan memamparkan program duta literasi Provinsi Sumsel.
“Alhamdulillah kegiatan launching gerakan literasi bahasa isyarat ini disambut baik oleh Kepala Perpunasnya, Insyallah menjadi contoh karena pertama di Indonesia,” ungkapnya.
Editor : Admin.













