“Ketika berhenti bermaksut hendak memberikan ban serep, rekan sopir truk tersebut malah di usir oleh petugas tol hingga terjadilah peristiwa itu,” bebernya.
Terpisah, Manajer Operasi Waskita Sriwijaya Sabdo Hari Mukti selaku pengelola Jalan Tol Palembang-Kayuagung- Tambal Betung, menyatakan bahwa berita atau informasi yang beredar itu adalah hoax.
Menurutnya peristiwa itu hanyalah kesalahpahaman antara petugas-nya dan sopir truk. “Petugas sedang melakukan tugas rutin dan memang itu adalah jadwalnya. Meskipun dalam kondisi apapun hal serupa harus di selesaikan dengan baik dan tanpa kekerasan,” jelasnya.
Adapun maksut petugas, sambungnya hanyalah untuk membantu sang sopir dan menertipkan lajur kendaraan agar tidak terjadi kecelakaan di lokasi tersebut. “Bahaya dan larangan di jalan tol apala di jalur cepat. Hal itu Sesuai UU atau Peraturan Pemerintah no 15 tahun 2005,” tegasnya.
Sementara Manejer Waskita Sriwijaya, Hasbi Fadillah mengatakan, kemungkinan sang sopir Edi saputra Sinaga yang mengendarai mobil golongam dua BG 8283 ED ketika itu sedang mempunyai masalah pribadi. Serta petugasnya saat itu juga tersulut emosi.
“Saat ini kendaran supir itu sudah di evakuasi ke tempat yang lebih aman. Kami juga sudah menindak tegas dan melakukan pembinaan kepada pegugas kami. Selain itu juga, kami telah lakukan pemeriksaan ke pihak BNN, apakah petugas kami terindikasi pemakai narkoba atau tidak, dan ternyata hasilnya negatif,” terangnya.
Editor : Admin.













