Diakhir sambutannya, dia berpesan agar Musholla dan rumah thafidz tersebut terus diisi dengan kegiatan-kegiatan keagamaan sesuai dengan fungsinya.
“Musholla dan rumah tahfidz ini bukan sekedar hanya dibangun, tapi juga harus terus diisi dengan kegiatan-kegiatan keagamaan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Masjid dan rumah tahfidz Arianto menyampaikan rumah tahfidz dan Musholla Al-Bachusin Darussalam berdiri diatas tanah waqaf dari sesepuh masyarakat Desa Burai yakni H. Bahusin.
Dalam pembangunannya lanjut ska, menghabiskan dana kurang lebih 300 juta rupiah, yang dimana dana tersebut dibantu dari berbagai pihak seperti Pemprov Sumsel, Pemkab Ogan ilir, dan juga Masyarakat Desa Burai yang berada di rantauan.
Editor : Admin .













