Cincau tersebut lalu dipasarkan ke sekitar pasar-pasar di Ogan Ilir dan pasar Induk Jakabaring, Palembang. “Kalau dibandingkan tahun lalu permintaan cincau untuk tahun ini ada penurunan, kurang dari setengahnya. Mudah-mudahan seiring waktu ramadhan ada peningkatan,” tuturnya.
Produksi cincau tersebut hanya dilakoni Ehsan untuk memenuhi permintaan bulan ramadhan. “Ya enaknya usaha ini karena ada permintaan tahunan di pasaran. Awalnya sewaktu mulai usaha ini peluangnya deras waktu itu, jadi ingin belajar dan menguntungkan, apalagi tidak banyak lagi yang buat,” ungkapnya. Biasanya di pasar per pcs dihargai Rp20 ribu – Rp30 ribu.
Editor : Admin.













