Kordanews – Akhirnya aspirasi ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM se – Sumatera Selatan dengan menyuarakan 11 tuntutan untuk disampaikan secara langsung kepada Ketua DPRD Sumsel, RA Anita Noeringhati meski melalui Via Video Call.
“Tuntutan tadi disampaikan langsung dihadapan ketua DPRD secara video call artinya dengan mendengar tuntutan mahasiswa. Dengan begitu kami menerima setiap orang aspirasinya buktinya pimpinan DPRD, ” kata Sekretaris Fraksi PKS DPRD Sumsel Mgs Syaiful Fadli yang menerima secara langsung tuntutan mahasiswa.
Sebelumnya mahasiswa menolak kehadiran Syaiful karena ingin bertemu langsung dengan Ketua DPRD Sumsel. Namun Syaiful menegaskan bahwa dia mewakili ketua DPRD.
“Tuntutan jelas disampaikan dan kami menerima tuntutan ini hal-hal terkait kewenangan DPRD provinsi ini masuk dalam kewenangan kami ketika kewenangan pusat bukan wilayah DPRD sumsel, ” kata dia.
Adapun 11 poin, yang ingin mereka sampaikan secara langsung kepada pihak DPRD Sumsel
1. Mendesak dan menuntut Presiden Jokowi menolak gagasan penundaan pemilu maupun perpanjangan masa jabatan Presiden.
2. Menuntut Presiden Jokowi untuk menstabikan harga bahan pokok dan menjamin ketersediaan bahan pokok di masyarakat.
3. mendesak dan menuntut Jokowi untuk mengusut tuntas para mafia minyak goreng.
4. Menuntut dan mendesak Jokowi untuk menunda dan mengkaji UU IKN termasuk dengan pasal-pasal yang bermasalah dan dampak yang ditimbulkan dari aspek Lingkungan, hukum, sosial ekologi, politik, ekonomi dan kebencanaaan.













