KORFANEWS – Jelang lebaran Idul Fitri mendatang, para produsen makanan terutama kue di Indralaya Ogan Ilir mulai sibuk melayani permintaan konsumen.
Salah satunya Zahuro, seorang pembuat makanan tradisional di Desa Tanjung Sejaro, Kecamatan Indralaya.
Pesanan makanan silih berganti datang ke Zahuro dan dia pun mengajak media melihat pembuatan dodol.
“Ada pesanan dodol 1 kilo dari orang Palembang,” kata Zahuro Jumat (8/4/2022).
Mula-mula disiapkan terlebih dahulu empat bahan utama yakni tepung ketan, gula merah, gula pasir masing-masing satu kilogram dan santan satu liter.
Keempat bahan ini dicampur dalam wajan anti lengket dan diaduk tanpa henti selama kurang lebih satu jam.
“Adonan diaduk nonstop hingga teksturnya padat dan berwarna coklat tua,” kata Zahuro.
Setelah satu jam, dodol original buatan Zahuro jadi dan dituangkan ke wadah plastik berbentuk persegi panjang.
Jika sudah jadi, dodol belum dapat langsung dikonsumsi, melainkan harus didinginkan dulu selama dua hingga tiga jam.
Jika sudah jadi, dodol belum dapat langsung dikonsumsi, melainkan harus didinginkan dulu selama dua hingga tiga jam.
“Setelah dingin, dodol baru bisa dipotong atau dikemas sesuai permintaan,” ujar Zahuro.













