KORDANEWS — Prospek penemuan migas di Indonesia masih menarik. Dari lima sumur eksplorasi yang sudah selesai di bor oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pada triwulan I 2022, sebanyak empat sumur mencatatkan discovery (penemuan). Capaian tersebut mencatatkan success ratio penemuan sumur eksplorasi mencapai 80 Persen.
Jika dibandingkan denngan penemuan sumur eksplorasi tahun 2021 yang mencatatkan success ratio 5 persen dan global success ratio (IHS) yang mencapai 23,8 persen, penemuan sumur eksplorasi di triwulan pertama 2022 mencatatkan kinerja yang sangat baik.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menyampaikan apresiasi kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang telah menorehkan capaian yang membanggakan dalam pemboran sumur eksplorasi.
“Upaya SKK Migas dengan terus mendorong KKKS menggalakkan kegiatan eksplorasi telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Kami menyampaikan terima kasih atas inisiatif dan kerja keras dari KKKS sehingga kinerja pengeboran sumur eksplorasi di triwulan pertama 2022 mencatatkan capaian yang baik. Ini tentu akan memberikan semangat bagi kami untuk terus menggiatkan kegiatan eksplorasi dimasa mendatang, mengingat dari 128 potensi cekungan migas di Indonesia, yang sudah berproduksi baru 20 cekungan”, kata Dwi.
Lebih lanjut Dwi menambahkan total sumber daya yang dihasilkan dari 4 penemuan sumur eksplorasi dengan potensi sumber daya mencapai sekitar 197 MMBOE yang berasal dari Anambas-2X yang dioperasikan oleh Kupec Anambas, MPT-1X yang dioperasikan oleh Pertamina Hulu Mahakam, GASOP D SOUTH-1 yang dioperasikan oleh Sele Raya Merangin Dua dan SGET-001 yang dioperasikan oleh Pertamina EP.













