“Sumbangan yang diamanahkan oleh pemberi ini akan kami serahkan ke panitia nantinya, dengan harapan sumbangan ini memberikan keringanan dari para korban yang tertimpa musibah,” harap Alfaruq.
Terpisah, Kepala Desa Tanjung Atap, Firmansyah mengatakan, kerugian yang ditimbulkan dari peristiwa kebakaran lalu ditaksir mencapai Rp 300 juta. Pihaknya bertekad, ketiga rumah yang menjadi korban keganasan si jago merah bisa berdiri kembali.
“Sama seperti kejadian lalu, kami ingin membangun ketiga rumah korban. Kami akan mengajukan bantuan kepada Pemkab Ogan Ilir maupun Pemprov Sumsel. Serta menggalang donasi dari berbagai pihak,” terang Firman.
Editor : Admin













