Sumsel

Dukung Petani Milenial, Bupati OI Ikut Tanam Bawang

×

Dukung Petani Milenial, Bupati OI Ikut Tanam Bawang

Share this article
KORDANEWS  – Memacu generasi petani muda milenial di kabupaten Ogan Ilir. Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, didampingi Asisten II, Staf Ahli Bupati dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Serta perangkat daerah pemKab menghadiri sekaligus membuka sosialisasi dan penjaringan petani muda di Kantor KTNA dan Tanam Bawang. Selasa (15/6).
KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) sebagai mitra kerja pemerintah mendukung program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan. “Semoga dengan diadakannya sosialisasi dan penjaringan petani muda di kantor KTNA dan tanam bawang dapat meningkatkan kualitas hasil panen sehingga para petani ke depan bisa menghindari kerugian karena kendala-kendala seperti cuaca, hama dan sebagainya,” ujar Panca.
Pelaksanaan sosialisasi mulai 14-15 Juni untuk di 8 kecamatan per harinya dengan peserta 25 orang setiap kecamatan. Berkoordinasi dengan Aku Petani dari UGM. Memastikan hasil produk pertanian yang berkelanjutan dari hulu ke hilir. Dibarengi edukasi manajemen pengetahuan teknologi pertanian.
Di akhir acara, bupati juga melakukan penanaman bawang merah secara simbolis bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Bersama leading sektor terkait dan kelompok tani di lokasi lahan Tanjung Putus.
“Kita mendapatkan bantuan 2 ton bibit bawang merah dari pemerintah provinsi Sumsel. Harapan kami bantuan yang didapat bisa berkelanjutan. Kalau bisa, dari hasil tanam ini dapat di spare untuk penyediaan bibit tanam berikutnya. Karena kadang-kadang petani tidak siap bibit di musim tanam berikutnya,” ujar Panca. Jika hasilnya memadai, kebutuhan hasil pertanian di pasaran nantinya dapat dipenuhi pasokan dari Ogan Ilir. Tidak hanya satu vairan, namun beberapa jenis hasil pertanian lainnya. Terlebih letak Ogan Ilir yang strategis dengan banyak jalur tol menuju berbagai kota besar.
Sementara itu, kepala ketahanan pangan dan pertanian OI, Abi Bakrin Sidik menerangkan bantuan bibit bawang merah ini berasal dari anggaran APBD I pemprov Sumsel. “Ada dua lokasi bantuan penanaman bawang merah ini, yakni di wilayah Tanjung Pering dan Tanjung Putus, masing-masing 1 hektar,” ujar Abi.
Selain bibit, juga disediakan mulsa, pestidida dan pupuk. Sehingga petani bisa cepat dan langsung siap menanam bawang merah. Sekitar 70 hari ke depan akan siap panen dan diharapkan mendapatkan hasil 15 ton per hektar. “Inilah salah satu upaya kita ikut mensukseskan program Sumsel mandiri pangan melalui komoditi bawang merah,” ungkapnya.
Harga bawang merah saat ini cukup terbilang mahal. Yakni mencapai Rp50 ribu per kg di pasaran. Peralihan ke musim panas dengan intensitas hujan yang cenderung berkurang dinilai cocok bertanam bawang. Karena dapat mengurangi resiko serangan jamur. Penanaman berbagai jenis hortikultura diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar. Baik lokal maupun luar kota. Sehingga meminimalisir kenaikan harga yang melambung dengan ketersediaan pasokan yang memadai.
Editor : Admin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *