Politik

Terancam Mangkrak, Komisi V DPR RI Dorong Percepatan Tol Trans Sumatera

×

Terancam Mangkrak, Komisi V DPR RI Dorong Percepatan Tol Trans Sumatera

Share this article
KORDANEWS – Anggota Komisi V DPR RI Eddy Santana Putra mendorong percepatan pembangunan tol trans Sumatera segera selesai. Hal ini disampaikannya saat kunjungan kerja spesifik komisi V DPR RI.  Terkait pembangunan tol trans Sumatera Palembang, Indralaya, Muara Enim dan ruas tol Kayu Agung, Palembang, Betung, Jambi. Kamis (23/6).
Komisi V melakukan pengecekan dan peninjauan langsung di jalan tol yang sedang dalam pembangunan. Mulai dari Palembang – Betung – Jambi, kemudian Simpang Indralaya – Muara Enim. “Kami melihat masih perlu adanya percepatan-percepatan dari entah itu dari BPJT, pengembangan jalan tol, maupun yang diberi kewenangan badan usaha jalan tol. Baik itu Waskita Sriwijaya dan Hutama Karya,” ujarnya.
Menurut Edi, masih banyak keluhan terutama terkait pembebasan lahan dan anggaran yang nasih belum tersedia. “Yang masih dikeluhkan teman-teman tadi kenapa tidak dipercepat mainroad trans sumatera, tol road dari Bakauheni ke Medan. Artinya nanti ke Jambi bisa lebih cepat, maka perlu diadakan percepatan pembangunan,” jelasnya.
Kemudian, pihaknya menilai dari tol Bakauheni ke Palembang kemudian Kayuagung Palembang banyak di temui keluhan kerusakan. Bahkan Belum di resmikan saja sudah rusak.
“Pada waktu rapat di senayan, pak mentri janji pada lebaran kemaren ada perbaikan sementara. Setelah itu, nanti bagus dan lebih mulus, ada perbaikan permanen. Sudah kita sampaikan dan itu yang sedang kita tunggu,”  tukasnya.
Namun, perlu juga ditekankan untuk yang sekarang sedang dibangun agar juga lebih diperhatikan. Permukaan tol harus lebih rata, lebih bagus, dan lebih kuat konstruksinya. “Kita minta dari sekarang sudah asa perhatian dan antisipasi,” kata Edi.
Ia menyebutkan, dari komisi V semua kompak mendorong trans sumatera harus segera selesai. “Malah harus lebih cepat, bagaimana caranya, anggarannya dari mana, nah itu lah yang akan kita sampaikan kepada teman-teman di badan anggaran (banggar), komisi 11, kementrian keuangan, ada tadi disebut bantuan luar negri, mungkin ada APBN dan dari yang lain,” jelasnya.
Edi melanjutkan, berdasarkan informasi lahan pembangunan tol di betung hingga jambi yang melewati kebun-kebun kelapa sawit punya satu orang. “Jadi sebenarnya harusnya pembebasan lahan jadi lebih mudah. Negosiasi dan pendekatannya lebih gampang. Saya kira ini tidak lama lagi bisa selesai. Kita mohon bantuan gubernur melalui teman-teman di lapangan agar lebih cepat,” tambahnya.
Disisi lain, menurutnya terkait menggeser dari mainroad Trans Sumatra ke jambi dan utara dari pada ke Muara Enim, Linggau, Bengkulu bukanlah sengaja ditunda tanpa sebab. “Kenapa harus ada penundaan- penundaan, karena kurangnya anggaran. Ini yang harus kita selesaikan, anggaran itu dari mana dapatnya apa bisa ajak swasta lain, kan bisa. Seperti disini waskita bukan operator untuk sumatera, hutama karya tapi mereka bisa investasi disini. Mungkin ajak swasta-swasta lain juga bisa,” pungkasnya.
Editor : Admin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *