Kordanews – Gubernur Provinsi Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumsel akan terus berupaya untuk menjaga dan memelihara hak dan penghormatan eksistensi penyandang disabilitas terutama masalah aksesbilitas.
Hal tersebut dituangkannya saat menerima Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), di Ruang Tamu Gubernur Sumsel.
Gubernur Herman Deru menghimbau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dalam hal ini Dinas Sosial untuk mengupayakan agar profesi dari penyandang disabilitas tunanetra tidak mesti menjadi tukang pijat saja.
“Coba difikirkan dulu tentang profesi jangan berkutat dipijat saja, jadi yang ada keterampilan kalau bisa kita rekrut ya rekrut,” ungkapnya.
Diakui Herman Deru, sebagai pemimpin daerah Ia akan menciptakan suasana ramah bagi kaum disabilitas, baik urusan infrastruktur maupun kehidupan sosial di masyarakat melalui penyetaraan hak.
Dia iketahui tunanetra yang saat ini ada di Provinsi Sumsel jumlahnya mencapai 400 jiwa.













