Menurutnya, pada 25 Desember itu merupakan cuaca yang ekstrim, dengan naiknya air sungai dan naiknya/pasang air laut juga ditambah dengan hujan yang deras mengakibatkan Kota Palembang menjadi sempat terendam oleh banjir dan merata di seluruh Sumatera Selatan. Hal ini tidak berlangsung lama, dalam beberapa jam sudah mulai surut kembali.
“Saat ini kami sudah melakukan pembongkaran bangunan-bangunan yang berada di atas saluran air secara bertahap dengan cara pendekatan kalau mereka sudah rela untuk dibongkar baru akan di bongkar karena semua itu tetap saudara kita juga, karena itu pemerintah melakukan pendekatan secara persuasif memberikan pengertian kepada masyarakat untuk merelakan bangunan yang berdiri di atas saluran untuk di bongkar karena bisa menghambat aliran air dan biar mudah untuk dibersihkan” pungkasnya. (eh)
Editor : Admin.













