KORDANEWS – Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional (HKGN) 2022 dilaksanakan tepat pada 12 September. Selenggarakan sikat gigi anak sekolah dasar serentak dengan menteri kesehatan secara virtual di 13 provinsi. Mengusung tema, Pulih Bersama dengan Senyum Sehat Indonesia. Sumatera Selatan memfokuskan kegiatan tersebut di kabupaten Ogan Ilir. Bertempat di gedung Serbaguna Komplek Perkantoran Terpadu Tanjung Senai, Senin (12/9).
Ketua persatuan dokter gigi indonesia (PDGI) cabang Ogan Ilir, drg Hema Awalia menjelaskan, sikat gigi massal ini diikuti 1.000 anak SD sekabupaten Ogan Ilir. Serta diikuti 10 ribu peserta seprovinsi Sumsel di kabupaten masing-masing. “Kita ingin anak-anak bisa faham bagaimana cara menyikat gigi yang benar. Mungkin selama ini caranya kurang tepat, setelah diajari bisa mempraktekan cara menyikat gigi dengan baik,” ujar Hema.
Kesehatan masyarakat untuk menjaga kesehatan gigi sudah cukup tinggi. Kesadaran dalam memeriksa dan menjaga kesehatan gigi nya sudah sangat tinggi. Terutama di Ogan Ilir susah terlihat peningkatannya. “Berdasarkan riset kesehatan dasar nasional, angka karies (kerusakan gigi berlubang) di Sumatera Selatan masih cukup tinggi. Rata-rata 56,7 persen masyarakat mengalami karies dari usia 3 tahun hingga lansia,” tukasnya.
Sedangkan untuk kebiasaan menyikat gigi, hasil riset menunjukan masyarakat Sumsel sudah 99,6 persen. Tetapi, kebiasaan masyarakat menyikat gigi dengan benar hanya 1,5 persen. “Sebagian besar sudah menyikat gigi, tetapi cara, waktunya masih banyak yang salah,” sebutnya. Cara yang benar adalah semua permukaan gigi disikat. Mulai dari rahang atas, rahang bawang, gigi depan, belakang hingga bagian permukaan gusi. Anjuran nya menyikat gigi sebaiknya dua kali sehari. Saat setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam. Serta di ikuti pemeriksaan ke dokter gigi minimal setiap enam bulan sekali.
Menurutnya, harapan ke depan Indonesia menargetkan pencanangan bebas karies 2030. “Jadi harapannya, tahun 2030 nanti anak-anak Indonesia sudah bebas karies. Melalui Sikat gigi bersama ini, anak-anak bisa menjaga kesehatan giginya lebih baik lagi,” ungkap Hema. Sehingga, kebiasaan yang tidak boleh seperti menyikat gigi dengan keras ataupun hanya menyikat bagian depan bisa diperbaiki. Setelah diberikan edukasi anak-anak
dapat menambah pengetahuan dalam menjaga kesehatan gigi dan Mulut.













