Sementara salah seorang penumpang, Jamal, mengaku mengeluhkan akibat dampak kenaikan BBM tersebut. Kenaikan BBM ini amat sangat menyusahkan masyarakat.
“Cukup berat ya, dengan kenaikan ongkos ini yang tadinya uang Rp 50 ribu bisa buat jajan ketika pulang saat ini habis cuma buat ongkos. Terlebih cari uang saat ini susah,” terangnya.
Meski demikian dirinya merasa lega karena untuk bepergian tidak lagi diwajibkan harus pakai sertifikat vaksin atau antigen. “Kalau ada kenaikan harga. Mau tidak mau ya kita harus terima. Karena kita tau BBM naik, apa-apa juga semua naik,” tutupnya.
Editor : Admin













