Kereta Cepat Jakarta Badung dibangun oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). PT KCIC yang didirikan pada Oktober 2015 merupakan perusahaan patungan antara konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia melalui PT Pilar Sinergi BUMN (PSBI) dan konsorsium perusahaan kereta api Cina melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd, dengan skema Indonesia business to business (B2B) di sektor transportasi umum.
Dasar Hukum
Dalam rangka meningkatkan pelayanan transportasi nasional dan mendukung pembangunan di wilayah Jakarta Bandung, sebagaimana telah ditetapkannya Proyek pembangunan KCJB sebagai salah satu PSN maka untuk penyelesaian prasarana dan pengadaan sarana Kereta Cepat Jakarta dan Bandung ditetapkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 107 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat antara Jakarta dan Bandung.
Rencana skema operasi
1. disediakan 11 rangkaian kereta (trainset) Electric Multiple Unit (EMU), 1 trainset terdiri dari 8 kereta dapat menampung 601 penumpang dengan pembagian 18 VIP, 28 first class, dan 555 second class;
2. KCJB direncanakan beroperasi pada pukul 05.30-22.00;
3. kecepatan KCJB 250-350 kilometer per jam dengan waktu tempuh sekitar 36-45 menit dengan 2 kali pemberhentian di Stasiun Karawang dan Stasiun Padalarang; dan pada awal pengoperasian akan dilakukan 30 perjalanan/hari.
Konektivitas dan Aksesibilitas
Konektivitas dan aksesibilitas pada proyek KCJB dan pengembangan Transit Oriented Development (TOD) di kawasan stasiun harus dilakukan secara berkolaborasi bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN/Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sehingga mempermudah masyarakat menuju stasiun KCJB karena pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung adalah milik bersama dan bukan semata proyek pemerintah pusat.
Untuk mendukung pengoperasian Kereta Cepat Jakarta-Bandung diperlukan dukungan dari pemerintah pusat/pemerintah daerah terkait/BUMN untuk pengembangan konektivitas dan aksesibilitas stasiun KCJB.
Menuju Transportasi massal yang unggul dan terintegrasi
Kereta Cepat Jakarta Bandung akan memiliki akses konektivitas langsung antarmoda untuk memudahkan masyarakat pengguna memanfaatkan fasilitas transportasi massal ini, Stasiun KCJB di Stasiun Halim akan terhubung dengan Bandara Udara Halim Perdanakusuma, Stasiun LRT Jabodebek, Bus Rapid Transit (BRT) serta moda lainnya, Selain itu, direncanakan juga ke depan akan terhubung dengan LRT Jakarta dan MRT jalur Fatwawati Cawang-Halim.
Editor : Jhon.W













