Sementara Erwin Soeriadimadja selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan melalui Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Nurcahyo Heru Prasetyo, menyampaikan “Dalam menghadapi tekanan inflasi serta mewujudkan ketahanan pangan, salah satu poin penting yang harus dilaksanakan di daerah adalah dengan melakukan sinergi dan koordinasi baik antara Pemerintah Daerah, Pusat, serta berbagai pihak lainnya. Untuk itu, Bank Indonesia bersama pemerintah akan terus melaksanakan berbagai program GNPIP, sebagai wujud sinergi dalam mendorong akselerasi ketahanan pangan dan langkah komitmen bersama untuk mengoptimalkan pengendalian inflasi dari sisi suplai dan mendorong produksi.” ujarnya.
Menurutnya, selain mendukung pelaksanaan pasar murah, dukungan Bank Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan dari sisi suplai juga diwujudkan dengan pemberian alsintan dan saprodi kepada kelompok tani serta membantu Gerakan Tanam Cabai di Sumatera Selatan antara lain dengan pemberian 77.777 benih cabai merah untuk 500 orang petani milenial di Kab. OKUT, pemberian Program Sosial Bank Indonesia berupa 250 paket benih cabai dan tomat kepada UMKM dan undangan kegiatan “Beli Kreatif Sumatera Selatan 2022” serta 200 paket benih cabai merah dan terong kepada para anggota Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Palembang.
“Langkah pengendalian inflasi bersama TPID Kota Palembang tentunya tidak akan hanya berhenti dalam kegiatan Pasar Murah ini saja. Bank Indonesia bersama TPID akan terus melakukan berbagai langkah penguatan pengendalian pangan lainnya antara lain melalui optimalisasi dan perluasan Kerjasama Antar Daerah (KAD), fasilitasi distribusi pangan, optimalisasi Gerakan Sumsel Mandiri Pangan, penguatan data neraca pangan serta mendukung penyediaan Alsintan dan Saprodi termasuk pengembangan sektor pangan lainnnya melalui perikanan dan digital farming.” pungkasnya. (eh)
Editor : Admin.













