Bahkan, senyawa ini diduga dapat membantu mengurangi risiko komplikasi stres oksidatif jangka panjang, seperti diabetes tipe 2.
2. Mengatasi Diare
Anak-anak dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah rentan mengalami diare. Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, ataupun parasit.
Nah, mengonsumsi buah kawista diduga bisa mengatasi diare akibat jenis bakteri tertentu. Menurut penelitian yang dirilis jurnal Asian Pacific Journal of Tropical Disease, ekstrak buah kawista dinilai efektif melawan bakteri penyebab diare, seperti Vibrio cholerae, Escherichia coli (E. coli) dan Shigella spp.
3. Mengurangi Hipertensi
Obat diuretik bisa digunakan untuk membantu menurunkan hipertensi alias tekanan darah tinggi. Obat ini bekerja dengan membuang kelebihan garam dan air dari dalam tubuh melalui urine sehingga tekanan darah berkurang.
Masih mengutip Asian Pacific Journal of Tropical Disease, khasiat buah kawista diduga dapat berperan sebagai obat diuretik alami. Karenanya, buah ini bisa menjadi pilihan yang baik bagi penderita hipertensi.
4. Diduga Bisa Bantu Mengatasi Penyakit Coxsackie
Ekstrak buah kawista diduga bisa digunakan untuk mengatasi penyakit coxsackie, yaitu jenis penyakit yang disebabkan oleh virus coxsackie. Virus ini menular melalui bakteri yang berasal dari feses.
Bakteri tersebut dapat berpindah ke dalam mulut, lalu menginfeksi tubuh. Kemudian, virus coxsackie bisa menular melalui cairan batuk dan bersin penderitanya.
Berdasarkan penelitian di Asian Pacific Journal of Tropical Disease, ekstrak buah kawista diduga efektif untuk melawan virus coxsackie B1-B6. Ini adalah jenis virus yang menyebabkan infeksi pada jantung, pleura, hati, dan pankreas.
Meski begitu, dibutuhkan studi lanjutan untuk mengonfirmasi hal tersebut.
Manfaat buah kawista untuk kesehatan memang banyak. Meski begitu, seperti herba lainnya, buah kawista hanya bisa mendukung pengobatan dan tidak bisa digunakan untuk mengobati penyakit.
Editor :John.W













