Namun, sayuran non-organik bukan berarti memiliki kandungan gizi yang kurang.
Sejatinya, setiap jenis sayuran memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Anggapan “sehat dan bergizi” sebenarnya tak hanya dimiliki sayuran organik.
Jenis sayuran non-organik juga layak disebut sehat dan bergizi. Dari sisi gizi, sayuran organik dan non-organik tidak punya perbedaan.
Hanya saja, sayuran organik tidak menggunakan pestisida atau pengawet dalam proses budi dayanya. Hal inilah yang membuatnya kerap lebih unggul dibanding sayuran non-organik.
Akan tetapi, bila berbicara soal susu, gizi susu organik memang lebih tinggi ketimbang non-organik. Susu organik memiliki kandungan asam lemak omega-3 lebih tinggi.
Kalau kamu hanya punya sayuran non-organik, tak perlu takut atau merasa sia-sia mengonsumsinya. Sayuran non-organik tetap bisa bermanfaat asalkan diolah dengan benar dan dimakan secukupnya.
Sebelum makan sayuran non-organik, kamu harus mencucinya hingga benar-benar bersih. Cuci sayuran non-organik dengan air mengalir. Untuk memasaknya, pastikan sayur matang sepenuhnya.
Editor : John.W













