Menurutnya, perbedaan justru menjadi kekuatan untuk membangun bangsa Indonesia dan mengajak seluruh masyarakat Palembang untuk melanjutkan cita-cita para pendahulu.
“Meski berbeda-beda kita tetap satu, satu tanah air, satu bangsa Indonesia, satu bahasa Indonesia, tutupnya (eh)
Editor : Admin.













