Ia menjelaskan bahan pewarna alam yang digunakannya berasal dari tumbuhan secang, jengkol, mahoni, indigo, mangrove, dan kayu-kayuan.
Untuk proses pembuatan kain jumputan, ada sejumlah tahapan yang harus dilakukan.
“Mulai dari pembuatan motif, proses mordan kain, proses pembuatan jumputan, proses pembuatan zat warna alam pada tumbuhan, dan proses pewarnaan jumputan,” jelas Meki.
Kemudian hal terpenting, dalam membuat kain jumputan adalah menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam proses pembuatan.
Usai praktek pewarnaan alami, Hj Feby bersama Hj Fauziah mengunjungi sentra kerajinan perak Global Silver di Tanjung Batu.
Editor : Admin.













