Ialah Anderson yang membuat pendukung Roma terhenyak. Tendangan kaki kirinya, mampu menghujam pojok bawah gawang Roma.
Roma menaikkan intensitas serangan dan memperbaiki kualitas serangan setelahnya. Namun, hal tersebut belum mampu menjebol gawang Lazio lantaran kiper Ivan Provedel tampil baik menggagalkan dua peluang terbaik Roma.
15 menit pertama setelah jeda pertandingan masih sama ketatnya. Roma tak leluasa menggempur pertahanan Lazio.
Keunggulan satu gol membuat Lazio cenderung bermain dengan blok yang lebih rapat. Hal ini tidak bisa ditembus oleh Roma.
Sementara itu, Lazio juga tidak memiliki serangan-serangan yang lebih menjanjikan. Jalannya pertandingan lebih sering berkutat di lapangan tengah.
Sementara untuk produk akhirnya seringnya berakhir lewat tendangan jarak jauh. Ataupun melalui tendangan-tendangan bebas yang diperoleh karena banyaknya pelanggaran yang dilakukan sebelum lawan memasuki kotak penalti.
Editor : Jhon.W













