KORDANEWS – Telur setengah matang jadi salah satu makanan favorit banyak orang, meski tak sedikit juga yang menghindarinya. Beberapa orang menyebut makan telur setengah matang memiliki manfaat yang lebih banyak, yakni mengandung vitamin yang lebih utuh.
Sebenarnya, apakah benar telur setengah matang lebih sehat dan kaya manfaat? Adakah risiko bahaya kesehatan yang mungkin muncul? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Manfaat telur setengah matang
Ada banyak kandungan gizi telur yang bermanfaat untuk tubuh, mulai dari protein, vitamin, dan mineral. Makan telur setengah matang dinilai lebih sehat dan lebih direkomendasikan karena memiliki banyak manfaat, khususnya menjaga nilai gizinya jadi lebih utuh.
Manfaat makan telur setengah matang berkaitan erat dengan proses pengolahannya. Sebab, proses pengolahan telur yang dimasak suhu tinggi mungkin membuat kandungan gizi telur tidak setinggi saat mentah ataupun setengah matang.
Beberapa nutrisi telur yang berkurang adalah vitamin A, vitamin B5, fosfor, dan kalium.
Telur setengah matang mengandung kolin yang bermanfaat untuk meningkatkan kinerja otak. Tidak hanya itu, kolin juga berperan dalam menyehatkan fungsi jantung.
Telur setengah matang juga mengandung lutein dan zeaxanthin. Kedua jenis antioksidan ini dapat melawan radikal bebas yang mengakibatkan berbagai penyakit mata yang berhubungan dengan degenerasi sel akibat penuaan.
Semua zat tersebut biasanya terkonsentrasi pada kuning telur. Inilah sebabnya kuning telur setengah matang dianggap lebih bernutrisi ketimbang kuning telur yang direbus hingga matang sempurna. Meski demikian, sebagai makanan tinggi protein, telur setengah matang tidak membawa manfaat lebih untuk kesehatan, khususnya dalam penyerapan protein. Pasalnya, Anda harus memasak telur sampai matang untuk mendapatkan kandungan protein utuh pada telur.
Sebuah penelitian menyebutkan, semakin matang telur yang dikonsumsi, semakin baik juga penyerapan nutrisinya di dalam tubuh.
Penelitian itu bahkan menjelaskan, tubuh mampu menyerap 90% total protein yang didapat dari putih telur matang. Sementara, tubuh hanya dapat menyerap 50% protein dari telur yang mentah atau setengah matang.
Risiko bahaya makan telur setengah matang
Meski kandungan nutrisinya dinilai lebih tinggi, risiko bahaya makan telur setengah matang juga perlu dipertimbangkan. Salah satu risiko bahaya kesehatan akibat makan telur setengah matang adalah adanya kontaminasi bakteri Salmonella.
Ibu hamil adalah kelompok orang yang tidak dianjurkan makan makanan mentah, termasuk telur setengah matang. Hal ini karena bakteri Salmonella yang mungkin berada di telur setengah matang berisiko membahayakan janin di dalam kandungan.













