Health

Ini Ciri-Ciri Andropause atau Menopause pada Pria

×

Ini Ciri-Ciri Andropause atau Menopause pada Pria

Share this article

KORDANEWS – Saat seorang pria memasuki usia kepala lima, mereka mulai mengalami perubahan hormon secara drastis. Pria bisa sering mengeluh sakit atau mengalami penurunan gairah seksual. Keduanya bisa termasuk ciri-ciri andropause alias menopause pada pria.

Ada beberapa ciri andropause lainnya yang perlu Anda perhatikan. Simak penjelasan lebih lengkapnya di artikel ini.

Berbagai ciri-ciri menopause pada pria
Andropause adalah kondisi menurunnya kadar hormon testosteron seiring dengan proses penuaan.

Andropause sering disebut menopause pada pria meski faktanya tidak demikian.

Terdapat sejumlah perbedaan antara menopause pada wanita dan andropause pada pria.

Pada wanita, menopause terjadi saat ovulasi berakhir dan produksi hormon menurun selama waktu yang relatif singkat.

Pada pria, ciri andropause ditunjukkan dari penurunan hormon testosteron yang terjadi selama bertahun-tahun, tapi tidak selalu memperlihatkan dampak yang jelas.

Nah, pria sebaiknya waspada terhadap masalah ketidakseimbangan hormon tubuh sebelum gejala yang ditimbulkan semakin memburuk.

Ciri-ciri menopause pada pria biasa disebut testosterone deficiency syndrome atau TDS.

Riset yang diterbitkan ​​International Journal of Clinical Practice menjelaskan bahwa ciri andropause dapat meliputi hal-hal berikut.

1. Libido rendah

Libido lebih rendah dari biasanya bisa menjadi ciri kadar hormon testosteron yang rendah akibat andropause.

Testosteron rendah juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi (impotensi). Kondisi ini erjadi ketika Anda mengalami kesulitan mendapatkan atau mempertahankan ereksi.

Libido rendah juga dapat menyebabkan jumlah sperma yang menurun (oligospermia).

2. Depresi

Testosteron membantu mengatur suasana hati Anda. Jika kadar testosteron turun, Anda bisa saja terkena depresi.

Ciri depresi yang berkaitan dengan andropause bisa meliputi perasaan sedih yang terus-menerus, kekosongan, kecemasan, dan cepat marah atau kesal.

Saat depresi, Anda kesulitan berkonsentrasi atau mengingat sesuatu, kehilangan minat pada hal-hal yang pernah Anda sukai, dan mungkin memiliki pikiran untuk bunuh diri.

Perubahan sikap Anda juga dapat memengaruhi orang-orang di sekitar Anda.

3. Kurang berenergi
Hormon testosteron membantu menambah massa otot. Massa otot yang lebih besar berarti mampu menampung cadangan energi lebih banyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *