Itulah sebabnya testosteron juga berperan dalam meningkatkan atau mempertahankan energi di dalam tubuh.
Berkurangnya hormon testosteron akibat andropause bisa menurunkan massa otot. Anda pun bisa merasa mudah lelah karena otot hanya mampu menampung sedikit energi.
Selain itu, tubuh mungkin kesulitan mendapatkan energi yang memadai untuk melakukan aktivitas harian.
4. Insomnia
Ciri andropause berikutnya adalah mengalami masalah tidur seperti insomnia.
Hal ini berkaitan dengan testosteron yang memainkan peran penting dalam mengatur pola tidur Anda.
Apabila kadar testosteron menurun, Anda mungkin mengalami insomnia dan gangguan tidur.
Gejala insomnia termasuk kesulitan tidur dan tetap tertidur. Hal ini kemudian dapat menyebabkan kantuk di siang hari, kesulitan fokus, dan mudah marah.
5. Osteoporosis
Jadi, berkurangnya hormon testosteron yang menyebabkan andropause bisa memperlihatkan ciri yang serupa dengan pengeroposan tulang atau osteoporosis.
Gejala osteoporosis umumnya baru muncul ketika kepadatan tulang sudah berkurang drastis. Anda bisa mengalami nyeri tulang belakang, penurunan tinggi badan, dan perubahan postur tubuh.
Kondisi osteoporosis yang cukup parah juga bisa membuat tulang rentan patah atau retak.
6. Perut buncit
Ciri menopause pada pria berikutnya adalah kelebihan lemak di perut akibat dari kadar hormon testosteron rendah.
Testosteron membantu memperlambat penumpukan lemak. Jika kadar testosteron turun, lemak lebih mudah menumpuk di sekitar bagian perut.
Selain itu, enzim dalam jaringan lemak bisa mengubah testosteron menjadi estrogen. Kondisi ini tentunya menyebabkan kadar testosteron turun lebih banyak lagi.
Akibatnya, lemak makin banyak disimpan di bagian perut dan di sekitar dada sehingga perut pun membuncit.
Itulah enam ciri andropause yang bisa memengaruhi kesehatan pria. Kondisi ini bisa berdampak pada perubahan perilaku, menurunkan gairah seksual, hingga menambah jumlah lemak di perut.
Editor : John.W













