Personil yang dikerahkan, nantinya akan berjaga di 48 Pos Pengamanan, 32 Pos Pelayanan, dan 6 Pos Terpadu. Serta beberapa pos yang berada di perbatasan akan berkoordinasi pula dengan polres-polres seperti di Perbatasan Sumsel-Jambi, Sumsel-Bengkulu, Sumsel-Lampung, dan Sumsel-Kepulauan Bangka Belitung.
“Jangan sampai pos yang sudah didirikan itu kosong. Jalin komunikasi yang baik antar instansi,” ujar Albertus.
Dirinya juga menambahkan bahwa pengaman pada perayaan Nataru ini harus lebih meningkat dibandingkan pada saat perayaan idul Fitri yang mana terdapat kemacetan yang panjang.
Dirinya mengambil contoh di sejumlah titik yang rawan kemacetan seperti di kawasan Betung, Kabupaten Banyuasin yang mana hampir setiap hari besar menjadi salah satu titik kemacetan. .
“Antisipasi harus segera dipetakan dengan membuat sejumlah rekayasa lalu lintas yang dapat digunakan untuk mengurai kemacetan,” tuturnya.
Selain itu, Albertus juga mengingatkan akan risiko terjadinya kerumunan orang (crowd crush) yang bisa menimbulkan bencana seperti terjadi di tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur ataupun di tragedi Halloween di Itaewon, Korea Selatan. “Jangan sampai kegembiraan itu berubah menjadi bencana,” ujar Albertus. (Ndik)
Editor : Admin.













