Kordanews – Berlatarbelakang dendam lama, M Sarif warga Jalan Segaran, Lorong Kebangkan, Kecamatan Ilir Timur (IT) III Palembang nekat menghabisi M Ilham di pinggir Jerambah Gledek, Senin (16/1) sekitar pukul 04.30 WIB.
Akibatnya pelaku dijembut anggota gabungan Polsek IT bersama anggota Polrestabes Palembang ditempat keluarganya di daerah Kalidoni Palembang beberapa jam usai kejadian tersebut.
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Mokhamad Ngajib melalui Kasat Reskrim, AKBP Haris Dinzah didampingi Kapolsek IT II, Kompol Fadillah Ermi Ersa Yani mengatakan, bahwa pelaku melakukan aksinya didasari dendam lama dengan korban.
“Dimana dari keterangan pelaku ke anggota kita, awal mula kejadian pembunuhan tersebut di Tempat Kejadian Perkara (TKP), pelaku keluar rumah untuk berkumpul dengan membawa senjata tajam (Sajam) jenis pedang,” ujarnya disela-sela press release di halaman Mapolrestabes Palembang, Selasa (17/1).
setelah sampai dilokasi pelaku berdiri di jembatan langsung menyiapkan alat yang sebelumnya dibawa pelaku berupa jenis pedang yang diikat menggunakan tali di bambu, kemudian dari arah depan pelaku melihat korban dengan mengendarai sepeda motor bersama dengan temannya.
“Kemudian antara pelaku terjadi selisih paham di TKP, dan dari keterangan pelaku saat di interogasi anggota kita. pelaku menusuk korban dibagian perut bawah, menggunakan Sajam jenis pedang dan pelaku pun pergi,” katanya.
Atas kejadian itu korban meninggal dunia akibat luka tusuk yang dialaminya, kemudian atas laporan keluarga korban. Anggota gabungan pun bergerak dan mengamankan pelaku di tempat keluarga di daerah Kalidoni Palembang.
“Untuk barang bukti yang diamankan anggota kita yakni satu buah sajam jenis pedang dan satu buah bambu panjang, atas ulanya pelaku terancam pasal 338 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 15 hingga 20 tahun penjara,” jelas dia.
Sementara itu, pelaku Sarif mengakui perbuatanya melakukan pembunuhan terhadap korban di TKP dengan menggunakan sajam jenis pedang yang di ikat ke sebuah bambu panjang.
“Saya mempunyai dendam lama dengan dia, sehingga saat bertemu saya terjadilah selisih paham yang berujung penusukan terhadap korban. Setelah itu saya kabur ke tempat keluarga saya di Kalidoni Palembang dan tertangkap anggota gabungan,” tandasnya. (Ndik)
Editor : Admin.













