KORDANEWS – Debit air payau rambutan yang berada di perbatasan Desa Tanjung Baru Petai dan Desa Tanjung Tambak Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir, mengalami peningkatan sejak Senin malam, 13 Februari 2023.
Menurut Aan, warga setempat, penyebab meningkatnya debit air payau rambutan, dikarenakan hujan deras yang melanda Kecamatan Tanjung Batu pada Sabtu malam, 12 Februari 2023.
Kondisi jalan provinsi yang agak menjorok ke bawah dibandingkan air payau yang berada didekatnya, menyebabkan air mengalir ke jalan. Ditambah lagi, gorong-gorong yang ada untuk tempat mengalirnya air tertutup.
“Bulan Desember 2022 lalu kan gorong-gorong ini pecah dan membuat jalan hampir putus. Kemudian, oleh pihak PU ditutup menggunakan pasir yang dimasukkan ke karung,” paparnya, Selasa, 14 Februari 2023.
Akibat gorong-gorong yang tertutup membuat air payau terhambat untuk mengalir, dan justru menggenangi jalan. Kondisi ini membuat pengendara harus berhati-hati ketika melintas.
“Karena air yang menggenang, sekarang sudah mulai timbul patahan kembali pada gorong-gorong yang ditutup tadi. Kalau tidak segera ditanggulangi, dikhawatirkan akan semakin parah,” lanjutnya.
Pantauan di lapangan, belum ada pihak terkait yang turun ke lapangan untuk meninjau langsung kondisi jalan. Hanya saja, ada sejumlah personel Bhabinkamtibmas Polsek Tanjung Batu, Babinsa Koramil 402-06 Tanjung Batu, dan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Ilir.
Terpisah, Kapolsek Tanjung Batu, AKP Sondi Fraguna mengimbau, kepada para pengendara baik roda empat maupun roda dua supaya meningkatkan kehati-hatian ketika melintasi jalan provinsi ini.
“Karena kalau tidak hati-hati akan terjatuh,” ujarnya.
Untuk diketahui, jalan provinsi yang terletak di perbatasan Desa Tanjung Baru Petai dan Desa Tanjung Tambak ini sempat mengalami ambles dan terbis akibat erosi air. Oleh petugas, gorong-gorong yang ambles ini ditutup menggunakan pasir campur adukan semen, koral, serta pasir yang dimasukkan dalam karung untuk ditimbunkan pada jalan amblas.
Akses jalan ini merupakan akses jalan penghubung antara Kabupaten Ogan Ilir dan Kabupaten Muara Enim, serta antar kecamatan dan antar desa. Apabila akses jalan tersebut putus, maka akan menghambat aktifitas masyarakat yang melintas.
Editor : Admin













