Ditambahkan Sondi, dengan ditemukannya fakta-fakta di lapangan, pihak keluarga menerima dengan ikhlas bahwa kejadian ini murni sebagai gantung diri. Untuk itu, pihak keluarga tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah ayahnya.
“Pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan tidak bersedia dilakukan pemeriksaan autopsi, karena keluarga menerima bahwa korban benar melakukan tindakan bunuh diri,” tutupnya.
Terpisah, salah seorang warga Desa Senuro Timur, Ale, juga membenarkan bahwa korban memiliki penyakit yang sudah lama dideritanya. Diduga depresi menanggung penyakit tersebut, korban akhirnya nekad bunuh diri.
“Beliau itu memang memiliki penyakit, sudah lama berbaring. Mungkin hari ini sudah sampai ke titik lelahnya menanggung sakit sudah bertahun-tahun,” terang warga Desa Senuro Timur, Ale, Sabtu, 18 Maret 2023.
Menurut Ale, kesehariannya, korban tinggal dirumah bersama anak perempuannya serta menantunya. Pada saat kejadian, anak dan menantunya tersebut sedang ke kebun karet miliknya.
“Tetangga dekat rumah juga sedang tidak ada dirumah masing-masing. Istrinya memang sudah lama meninggal, jadi dirumah itu cuma ada anak perempuan dan menantunya,” tutupnya.
Editor : Admin.













