Nah, baru-baru ini para peneliti dari University of Missouri di Colombia menguji bagaimana pola makan wanita, secara khusus yang berbasis kedelai, bisa memengaruhi kekuatan tulangnya. Penelitian tersebut melibatkan tikus-tikus yang memiliki tingkat aktivitas rendah dan sebagian dari tikus tersebut, ovariumnya diangkat agar mirip dengan kondisi wanita menopause. Kemudian, para ilmuwan memberi sebagian tikus pola makan berbasis kedelai, dan sebagian lainnya pola makan berbasis jagung.
Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa tikus yang diberi makan kedelai cenderung punya tulang yang lebih kuat, dibandingkan tikus yang mengonsumsi jagung. Studi ini juga menunjukkan bahwa pola makan berbasis kedelai meningkatkan kekuatan tulang baik pada tikus dengan ovarium maupun tanpa ovarium. Jadi, kesimpulannya, wanita yang sudah mengalami menopause bisa meningkatkan kesehatan tulang mereka dengan menambahkan beberapa makanan utuh berbasis kedelai, seperti tahu dan susu kedelai, ke dalam makanan mereka sehari-hari. Selain itu, pola makan berbasis kedelai juga bisa meningkatkan fungsi metabolisme untuk wanita pasca menopause.
Manfaat Kacang Kedelai untuk Kesehatan Tulang
Makanan kaya kedelai, seperti lentil, kacang merah, kacang lima, kacang fava, dan buncis, mengandung bahan kimia yang disebut isoflavon. Bahan kimia ini memiliki struktur dan fungsi yang mirip dengan estrogen yang merupakan pelindung tulang. Penurunan kadar estrogen pascamenopause sudah dikaitkan dengan pengeroposan tulang. Manfaat kacang kedelai untuk menjaga kekuatan tulang diduga berkat kandungan isoflavon yang terkandung di dalam makanan sehat tersebut.
Thozhukat Sathyapalan, MD, pemimpin penelitian di University of Hull Inggris mengungkapkan bahwa kandungan dan isoflavon dari kacang kedelai efektif untuk meningkatkan kesehatan tulang pada wanita selama awal menopause. Melengkapi pola makan dengan isoflavon bisa mengurangi risiko osteoporosis pada wanita.
Editor : John.w













